simple plan

Free Music Online
Free Music Online

free music at divine-music.info

Jumat, 10 Januari 2014

B***

selamat tengah malam lelaki pendaki gunung, yang tersesat jauh dikelilingi lautan luas..
cepatlah pulang, mentari di kota ini telah sangat rindu menunggumu pulang..
senja disini tak lagi sama ketika kau pergi ke rantauan mencari sesuatu yang takkan pernah bisa dibeli uang. pengalaman..
jika telah kau penuhi halaman yang kosong itu, segeralah kembali. karena ternyata menunggu tak semudah orang bilang. dia begitu membuat orang lelah. baguslah kau pergi dengan janji yang pasti akan kau tepati kelak membuat yang menunggumu selalu punya harapan disetiap paginya..
menghitung sisa hari kepulanganmu.. sungguh ada kalanya rutinitas yang menggemaskan ^-^
oh ya, kau tak rindu sesuatu? AKU :)

Minggu, 05 Mei 2013

kita



Sudah selarut ini dan mata masih terjaga hingga sampai pada detik ini. Sebenarnya bukan karena tidak mengantuk tapi memang fikiran lagi sayup-sayup menjalar ke masa lalu. Yaa masa dimana sayapun tak pernah sudi mengingatnya lagi hanya untuk bagian tertentu warna kelam di masa itu adalah benar musuh dalam diri saya sendiri.

Namun, bagaimana mungkin saya menghilangkan itu? Sementara otak yang berisi ingatan di waktu yang silam telah merekam jelas kejadian-kejadian pelik, semuanya. Dan masih sangat jelas. Mungkin memang do’a saya yang berisikan pengharapan hilangnya rekaman memory itu belum terjabah oleh sang pemberi ingatan, yaa sepertinya begitu.

Dan efek dari mengingat yang harusnya terlupakan itu masih saja tetap sama; Penyesalan.

Masa lalu itu, kini telah menemukan masa depannya jujur saya turut bersuka cita atas kebahagiaan yang telah menantimu, kamu harus percaya itu sebab tak ada kebohongan diantara pembicaraan kita beberapa waktu lalu. Tak perlu kamu merasa menyesal dan semua rasa-rasa yang kau rasa karena saya tak pernah mau peduli itu. Kalau saya jahat yakinlah itu bukan sebenar-benarnya sifat saya itu saya terkhususkan untukmu.

Yang saya herankan, kenapa kamu ragu? Padahal pilihanmu telah ditentukan begitupun dengan saya telah memilih dia sebelumnya. Kalaupun saya diperbolehkan untuk kembali memilih dia dan kamu, apakah kamu tahu bahwa pilihan saya tetap bersama dia. Bukan kamu yang menjalani jadi kamu tak pernah tahu bagaimana dia lebih baik darimu, maaf tapi faktanya seperti itu. Dan kamu tak perlu repot mengingatkan saya untuk berfikir lagi sebab rasanya yang salah itu adalah fikiranmu.

Ingatan saya kembali mengingat masa lalu, dimana waktu itu kamu meminta saya untuk kembali ke dalam kehidupanmu sedangkan jelas-jelas saya sudah bersama dia dan kamu juga sudah bersama yang lain. Sangat lucu, kamu memang tak pernah bisa benar-benar setia pada seorang saja. Bolehkah saya menertawakan kekasihmu itu? Yang dengan gablangnya mempercayai semua tipuanmu. Tidak, saya tak sanggup menertawainya karena saya pernah diposisi itu sampaikan padanya saya menaruh kasihan untuknya, sungguh. 

Oke, saya mungkin mau mendengarkan teori perselingkuhan dengan segala macam alasan mengapa mereka terlalu muda untuk mendua  tapi yang saya sama sekali belum mengerti bagaimana seseorang dapat menjalani dua hubungan bersamaan sekaligus kemudian dengan entengnya berteori mengenai sayang, diamana esikstensinya? Apakah kesetiaan mampu dibeli, terlalu miris. Itulah kamu rasa sayangmu terlalu obral semua orang dengan gampang kamu beri ataukah mungkin karena kebaikanmu yang terlalu berlimpah sehingga kamu mampu menyayangi banyak wanita di waktu yang sama? Alasan konyol.

Saya, di waktu itu mungkin memang jelas sangat bodoh, tolol, dan munafik. Begitu sangat percaya omongan bullshitmu, dan saya yakin waktu itu kamu sangat puas menertawakan ketololan saya. Tapi sayangnya, saya tidak mau memelihara ketololan itu berlama-lama dan terbukti kan saya berhasil lolos dari anda yang terhormat. Bagi saya itu sangat tidak mudah mengubah segala kepercayaan menjadi tidak percaya melupakan perasaan dan membiarkan logika bekerja itu pekerjaan sulit bung. Tapi saya berhasil saya dapat bebas dan yang terpenting meninggalkanmu beserta bingkisan perasaan itu telah ku tinggalkan untukmu.

Dan kamu dengan percaya dirinya kembali menemui saya hanya untuk membawa saya kembali masuk dalam cerita dongengmu? Tentu saja saya TIDAK AKAN pernah mau lagi. Sudah jelas bukan bagaimana kamu dimata saya? Lalu untuk apa lagi kamu selalu bertanya tentang rasa saya terhadapmu?

Fokuslah pada dia yang sekarang dan kelak akan ada pada masa depanmu, kamu dan saya cukup dan sangat cukup punya masa lalu walau tak indah tetap saja patut disyukuri pertemuan yang tidak sebentar namun sarak akan makna terutama makna tentang menaruh percaya.
Selamat malam..

Rabu, 24 April 2013

pengantar tidur
 
setelah cukup lama memilih di dalam album facebookmu akhirnya saya memilih foto ini, maaf sebelumnya kalau saya belum sempat izin :)
foto ini sangat menggambarkan kepribadianmu.
kamu yang cuek, yang apa adanya sangat jelas di sini.
seperti biasa sebelum hari ini berakhir saya ingin bercerita sedikit tentang kamu, walau hari ini tak ada yang menarik akan ku anggap selalu menarik karena ini tentangmu.
hhmm membayangkan kamu membaca tulisan ini, pastinya komentar pertama itu adalah lebay! tapi itu terserah kamu, terserah pendapat setiap pembaca saya hanya menulis, menulis segala yang saya ingin tulis walau berlebihan tak apalah.
apa orang secuek kamu sebelum tidur juga seperti ini? haha pertanyaan konyol yah jelas saja jawabannya tidak sebab apa kamu punya waktu untuk hal yang tidak penting seperti itu?
kalau kamu bertanya padaku tentang pertanyaan yang sama, aku akan menjawab; aku akan selalu punya waktu untuk sekedar berfikir tentangmu walaupun itu tak penting bagimu bagiku itu suatu keharusan. dari awal kita memang sudah berbeda kemauan, kita yang tolol terlalu keras kepala tetap bertahan. kita akan sama-sama tau kelak siapa yang akan menyerah terlebih dahulu saya atau kamu. entahlah.
hingga detik ini saya masih bisa bertahan sepertinya masih lama jika tanpa sikap cuekmu itu.
aku juga selalu ingin mempertanyakan tentang kepedulianmu, pedulikah kamu? atau hanya sekedar basa basi? sempatkanlah dirimu membaca sepenggal curhatan ini agar saya juga bisa menemukan jawaban :)
selamat malam kamu..


Aku melukismu di antara rintik hujan,
di antara desah lembut angin,
di antara daun-daun kemerahan,
di antara deburan ombak,
di dalam hati yang masih memberi ruang untukmu masuk dan menetap

IMMUNOGLOBULIN



BAB I
PENDAHULUAN

I.1   Latar Belakang
Untuk melawan benda asing, tubuh memiliki sistem pertahanan yang saling mendukung. Epidermis yang berfungsi sebagai pertahanan fisik, dibantu oleh air mata, sebum, ludah, dan getah lambung yang mengandung unsur pertahanan kimiawi.
Sistem pertahanan tubuh merupakan gabungan sel, molekul, dan jaringan yang berperan dalam rseistensi terhadap bahan atau zat yang masuk kedalam tubuh. Jika bakteri pathogen berhasil menembus garis pertahanan pertama, tubuh melawan serangan dengan reaksi radang(inflamasi) atau reaksi imun yang spesifik. Reaksi yang dikoordinasikan sel-sel dan molekul-molekul terhadap banda asing yang masuk kedalam tubuh disebut respon imun. Sistem imun ini sangat diperlukan tubuh untuk mempertahankan keutuhannya terhadap bahaya yang dapat ditimbulakn oleh berbagai bahan atau zat dari lingkungan hidup.
Imunologi adalah ilmu yang mempelajari tentang imunitas atau kekebalan akibat adanya rangsangan molekul asing dari luar maupun dari dalam tubuh hewan atau manusia, baik yang bersifat infeksius maupun non infeksius. Pernyataan ini berkembang dengan pesat semenjak adanya pembuktian dari Edward Jenner.
Immunoglobulin adalah senyawa protein yang digunakan untuk melawan kuman penyakit (virus, bakteri, racun bakteri dll.), ada di dalam darah, orang sering menyebutnya antibodi. Setiap immunoglobulin (disingkat Ig) akan mengenali satu antigen (kuman penyakit) secara spesifik, artinya satu antigen dikenali satu antibodi spesifik. Ig diproduksi oleh sel darah putih yang disebut sel B atau lebih spesifik lagi sel plasma.
Imunitas adalah merupakan jawaban reaksi tubuh terhadap bahan asing secara molekuler maupun seluler. Secara histories imunitas merupakan perlindungan terhadap penyakit, yang lebih spesifik dikenal dengan infectious disease. Imunitas berasal dari kata latin yaitu Immunitas. Secara umum, imunitas merupakan respon molekul atau seluler yang mekanismenya terbagi menjadi dua yaitu innate immunity dan adaptive immunity. Sebagai bahan pemicu respon imun tersebut dikenal dengan antigen dan sebagai jawaban reaksi imun dikenal dengan antibodi.
Antigen adalah substansi yang dapat dikenali dan diikat dengan baik oleh sistem imun. Antigen dapat berasal dari organisme (bakteri, virus, jamur, dan parasit) atau molekul asing bagi tubuh. Hapten adalah molekul organik kecil yang dapat mengikat bagian reseptor antigen. Antibodi adalah protein imunoglobulin yang disekresi oleh sel  B yang teraktifitasi oleh antigen. Berat molekul antibodi berkisar 150.000 Da sampai dengan 950.000 Da yang tergantung pada kelasnya.


I.2   Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah dari latar belakang di atas yaitu :
1.              Apa saja Fungsi Sistem Imun ?
2.              Menjelaskan Macam-macam Sistem Kekebalan Tubuh ?
3.              Unsur apa saja yang Berperan dalam Reaksi Imunoglobulin ?

I.3   Tujuan
Adapun tujuan yang akan dicapai adalah :
1.             Untuk mengetahui Fungsi dari Sistem Imun
2.             Untuk mengetahui Macam-macam Sistem Kekebalan Tubuh
3.             Untuk mengetahui Unsur apa saja yang Berperan dalam Reaksi Imunoglobulin.











BAB II
PEMBAHASAN

            Sistem kekebalan atau sistem imun adalah sistem perlindungan pengaruh luar  biologis yang dilakukan oleh sel dan organ khusus pada suatu organisme. Jika sistem kekebalan bekerja dengan benar,sistem ini akan melindungi tubuh terhadap infeksi bakteri dsan virus, serta menghancurkan sel kanker dan zat asing lain dalam tubuh jika sistem kekebalan melemah,kemampuannya melindungi tubuh juga berkurang, sehingga menyebabkan pathogen, termasuk virus yang menyebabkan demam dan flu, dapat berkembang dalam tubuh. Sistem kekebalan juga memberikan pengawasan terhadap sel tumor,dan terhambatnya sistem ini juga telah dilaporkan meningkatkan resiko terkena beberapa jenis kanker.

II.1 Fungsi Sistem Imun
Sistem Imun adalah sistem pertahanan tubuh terhadap penyakit. Sebuah sistem dalam tubuh kita yang memiliki peran vital bagi kelangsungan hidup kita.
Ada 3 (tiga) fungsi penting yang harus dimiliki sistem imun yang sehat :
1.         Kemampuannya untuk mengenali benda-benda asing seperti bakteri, virus, parasit, jamur, sel kanker, dll. Fungsi ini sangat penting, karena harus bisa membedakan mana kawan ( bakteri yang menguntungkan dan sel tubuh yang baik ) mana lawan ( virus, bakteri jahat, jamur, parasit, radikal bebas dan sel-sel yang bermutasi yang bisa menjadi tumor/kanker ) dan mana yang orang biasa ( alergen, pemicu alergi ) yang harus dibiarkan lewat.
2.         Bisa bertindak secara khusus untuk menghadapi serangan benda asing itu
3.         Sistem Imun mengingat penyerang-penyerang asing itu ( rupa & rumus kimiawi antibodi yang digunakan untuk mengalahkan mereka yang disimpan didalam Transfer Factor tubuh ) sehingga bisa dengan cepat menolak serangan ulang di masa depan.
Sistem imun yang sehat adalah sistem imun yang seimbang yang bisa meningkatkan kemampuan tubuh dalam melawan penyakit.

II.2    Macam – macam Sistem Kekebalan Tubuh
            Sistem imun menyediakan kekebalan terhadap suatu penyakit yang disebut imunitas. Respon imun adalah suatu cara yang dilakukan tubuh untuk memberi respon terhadap masuknya patogen atau antigen tertentu ke dalam tubuh.
Sistem perthanan tubuh terbagi atas 2 bagian yaitu :
1.         Sistem Imun Non Spesifik (Innate Immunity System)
Innate Immunity adalah pertahanan tubuh yang mempunyai sifat tidak spesifik dan merupakan bagian sistem imun yang berfungsi sebagai barier terdepan pada awal terjadinya infeksi penyakit, oleh karena itu sering disebut natural atau native immunity.
Yang termasuk innate immunity adalah : Makrofage, sel darah merah dan sel assesories, selain itu juga bahan biokimia dan fisik barier seperti kulit yang mensekresi lisosim dan dapat merusak bakteri seperti S.aureus. oleh karena itu sistem ini spesifik untuk alam. Sehingga jika ada organisme melakukan penetrasi melalui permukaan epithel akan dianulir oleh sitem Retikulum Endothelium (RE) yang merupakan turunan dari sel sumsung tulang yang berfungsi menangkap, internelisasi dan merusak agen infeksius. Dalam hal ini yang bertindak memfagositosit adalah sel kuffer. Selain itu juga sel darah merah termasuk eosinophil, PMN dan monosit dapat migrasi ke dalam jaringan yang dapat merangsang secara invasive.
Sel lainnya adalah natural killer, leukosit, sel ini cocok untuk mengenali perubahan permukaan pada sel yang terinfeksi, seperti mengikat dan membunuh sel yang dipengaruhi oleh interferon. Interferon adalah termasuk antibodi spesifik yang diproduksi oleh sel target atau sel terinfeksi.
Faktor lain yang termasuk innate immunity adalah protein serum yang merupakan protein fase akut. Protein ini mempunyai efek sebagai perlindungan melalui interaksi komplek dengan komplemen, yang selanjutnya diikuti lisisnya agen penyakit.
Sebagai tanda awal dari respon imun adalah inflamasi yang merupakan reaksi dari tubuh terhadap injuri seperti invasi agen infeksius. Terjadinya proses ini dapat ditandai dengan 3 hal yaitu pertama terjadi peningkatan daerah ke daerah infeksi, kedua peningkatan permeabilitas kapiler yang menyebabkan reaksi sel endithel, sehingga terjadi reaksi silang antara molekul besar dan sel endotelial dan ketiga adalah terjadinya migrasi leukosit (PMN) dan makrofage dan kapiler ke jaringan sekitar.
Pertahanan non spesifik terbagi atas 3 bagian yaitu :
a.       Pertahanan Fisik : Kulit, Membran Mukosa
b.      Pertahanan Kimiawi : Saliva, Air mata, Lisozim (enzim penghancur)
c.       Pertahanan Biologis : Sel darah putih yang bersifat fagosit (neutrofil, monosit, acidofil), protein antimikroba dan respon pembengkakan (inflammatory).
2.      Sistem Imun Spesifik (Adaptive Immunity System)
Adaptive Immunity adalah merupakan sistem pertahanan tibuh lapis kedua, jika innate immunity tidak mampu mengeliminasi agen penyakit. Hal ini terjadi jika fagosit tidak mengenali agen infeksius sebab hanya sedikit reseptor yang cocok untuk agen infeksius atau agen tidak bertindak sebagai faktor antigen terlarut (solube antigen) yang aktif. Jika hal ini terus menerus, maka akan diperlukan molekul spesifik yang akan berikatan langsung dengan antigen infeksius yang dikenal dengan antibodi dan selanjutnya akan terjadi proses fagotosis.
Antibodi diproduksi oleh sel B yang merupakan molekul fleksibel dan bertindak sebagai adaptor antara agen infeksius dan fagosit. Antibodi mempunyai 2 fungsi selain mempunyai variabel antibodi yang berbeda dan mengikat agen infeksius juga mengikat reseptor sel dan selanjutnya mengaktifkan komplemen yang diakhiri dengan terjadinya lisis.
Sistem Imun ini disebut Spesifik karena : dilakukan hanya oleh sel darah putih Limfosit, membentuk kekebalan tubuh, dipicu oleh antigen (senyawa asing) sehingga terjadi pembentukan antibodi dan setiap antibodi spesifik untuk antigen tertentu. Limfosit berperan dalam imunitas yang diperantarai sel dan antibodi.

II.3    Unsur – unsur yang Berperan dalam Reaksi Imunoglobulin
Sebelumnya telah kita sebutkan bahwa antibodi adalah sejenis protein. Protein-protein yang berfungsi untuk melindungi tubuh lewat proses kekebalan ini dinamakan “Imuno globulin”, disingkat “Ig”.
Protein paling khas pada sistem pertahanan, molekul imuno globulin mengikatkan diri pada antigen untuk menginformasikan kepada sel-sel kekebalan lainnya tentang keberadaan antigen tersebut atau untuk memulai reaksi berantai perang penghancuran.
1)        Sel B
Sel B adalah limfosit yang memainkan peran penting pada respon imun humoral yang berbalik pada imunitas selular yang diperintah oleh sel T. Fungsi utama sel B adalah untuk membuat antibodi melawan antigen. Sel B adalah komponen sistem kekebalan tiruan.
Pencerap antigen pada sel B, biasa disebut pencerap sel B, merupakan imunoglobulin. Pada saat sel B teraktivasi oleh antigen, sel B terdiferensiasi menjadi sel plasma yang memproduksi molekul antibodi dari antigen yang terikat pada pencerapnya.

Sel B terbagi menjadi dua jenis:
·            Sel B-1 atau sel B CD5, merupakan sel B yang ditemukan pada ruang peritoneal dan pleural dan memiliki kemampuan untuk berkembangbiak.
·            Sel B-2 atau sel B konvensional, merupakan sel B hasil sintesis sumsum tulang yang memenuhi plasma darah dan jaringan sistem limfatik dan tidak memiliki kemampuan untuk berkembangbiak.

Sel B berasal dari sel punca yang berada pada jaringan hemopoietik di dalam sumsum tulang.

2)        Sel T
Sel T adalah sel di dalam salah satu grup sel darah putih yang diketahui sebagai limfosit dan memainkan peran utama pada kekebalan selular. Sel T mampu membedakan jenis patogen dengan kemampuan berevolusi sepanjang waktu demi peningkatan kekebalan setiap kali tubuh terpapar patogen. Hal ini dimungkinkan karena sejumlah sel T teraktivasi menjadi sel T memori dengan kemampuan untuk berkembangbiak dengan cepat untuk melawan infeksi yang mungkin terulang kembali. Kemampuan sel T untuk mengingat infeksi tertentu dan sistematika perlawanannya, dieksploitasi sepanjang proses vaksinasi, yang dipelajari pada sistem kekebalan tiruan.
Respon yang dilakukan oleh sel T adalah interaksi yang terjadi antara reseptor sel T (bahasa Inggris: T cell receptor, TCR) dan peptida MHC pada permukaan sel sehingga menimbulkan antarmuka antara sel T dan sel target yang diikat lebih lanjut oleh molekul co-receptor dan co-binding. Ikatan polivalen yang terjadi memungkinkan pengiriman sinyal antar kedua sel. Sebuah fragmen peptida kecil yang melambangkan seluruh isi selular, dikirimkan oleh sel target ke antarmuka sebagai MHC untuk dipindai oleh TCR yang mencari sinyal asing dengan lintasan pengenalan antigen. Aktivasi sel T memberikan respon kekebalan yang berlainan seperti produksi antibodi, aktivasi sel fagosit atau penghancuran sel target dalam seketika. Dengan demikian respon kekebalan tiruan terhadap berbagai macam penyakit diterapkan.
Sel T memiliki prekursor berupa sel punca hematopoietik yang bermigrasi dari sumsum tulang menuju kelenjar timus, tempat sel punca tersebut mengalami rekombinasi VDJ pada rantai-beta pencerapnya, guna membentuk protein TCR yang disebut pre-TCR, pencerap spesial pada permukaan sel yang disebut pencerap sel T (bahasa Inggris: T cell receptor, TCR). "T" pada kata sel T adalah singkatan dari kata timus yang merupakan organ penting tempat sel T tumbuh dan menjadi matang. Beberapa jenis sel T telah ditemukan dan diketahui mempunyai fungsi yang berbeda-beda.

Sel T terbagi menjadi tiga jenis, masing-masing dari ketiga jenis tersebut mempunyai tugas / fungsi yang berbeda-beda :
·            Sel T sitotoksik (killer), berfungsi membunuh sel-sel yang terinfekasi, sel ini dapat membunuh berbagai bibit penyakit, dan sel kanker.
·            Sel T supressor (penekan), mempunyai efek menstabilkan jumlah sel killer agar sel killer tidak membunuh sel-sel tubuh yang sehat.
·            Sel T penolong (helper), berfungsi membantu zat antibodi dan sel B penghasil antibodi. Sel ini mengatur respons, kekebalan tubuh dengan cara mengenali dan mengaktifkan limfosit yang lain.

3)        Imuno globulin G (IgG)
Imunoglobulin G adalah divalen antigen. Antibodi ini adalah imunoglobulin yang paling sering/banyak ditemukan dalam sumsum tulang belakang, darah, lymfe dan cairan peritoneal. Ia mempunyai waktu paroh biologik selama 23 hari dan merupakan imunitas yang baik (sebagai serum transfer). Ia dapat mengaglutinasi antigen yang tidak larut. IgG adalah satu-satunya imunoglobulin yang dapat melewati plasenta.
4)        Imuno globulin A (IgA)
Imunoglobulin A adalah antibodi sekretori, ditemukan dalam saliva, keringat, air mata, cairan mukosa, susu, cairan lambung dan sebgainya. Yang aktiv adalah bentuk dimer (yy), sedangkan yang monomer (y) tidak aktif. Jaringan yang mensekresi bentuk bentuk dimer ini ialah sel epithel yang bertindak sebagai reseptor IgA, yang kemudian sel tersebut bersama IgA masuk kedalam lumen.
Fungsi dari IgA ini ialah:
-            Mencegah kuman patogen menyerang permukaan sel mukosa
-            Tidak efektif dlam mengikat komplemen
-            Bersifat bakterisida dengan kondisinya sebagai lysozim yang ada dalam cairan sekretori yang mengandung IgA
-            Bersifat antiviral dan glutinin yang efektif
5)        Imuno globulin M (IgM)
Imunoglobulin M ditemukan pada permukaan sel B yang matang. IgM mempunyai waktu paroh biologi 5 hari, mempunyai bentuk pentamer dengan lima valensi. Imunoglobulin ini hanya dibentuk oleh faetus. Peningkatan jumlah IgM mencerminkan adanya infeksi baru atai adanya antigen (imunisasi/vaksinasi). IgM adalah merupakan aglutinin yang efisien dan merupakan isohem- aglutinin alamiah. IgM sngat efisien dalam mengaktifkan komplemen. IgM dibentuk setelah terbentuk T-independen antigen, dan setelah imunisasi dengan T-dependent antigen.
6)        Imuno globulin D (IgD)
Imunoglobulin D ini berjumlah sedikit dalam serum. IgD adalah penenda permukaan pada sel B yang matang. IgD dibentuk bersama dengan IgM oleh sel B normal. Sel B membentuk IgD dan IgM karena untuk membedakan unit dari RNA.
7)        Imuno globulin E (IgE)
Imunoglobulin E ditemukan sedikit dalam serum, terutama kalau berikatan dengan mast sel dan basophil secara efektif, tetapi kurang efektif dengan eosinpphil. IgE berikatan pada reseptor Fc pada sel-sel tersebut. Dengan adanya antigen yang spesifik untuk IgE, imunoglobulin ini menjadi bereaksi silang untuk memacu degranulasi dan membebaskan histamin dan komponen lainnya sehingga menyebabkan reaksi anaphylaksis. IgE sangat berguna untuk melawan parasit.
BAB III
PENUTUP

III.1  Kesimpulan
Fungsi sistem imun :
1.         Penangkal benda asing yang masuk kedalam tubuh
2.         Untuk keseimbangan fungsi tubuh terutama menjaga keseimbangan komponen tubuh yang lebih tua.

Macam – macam sistem kekebalan tubuh :
1.         Sistem Imun Non Spesifik (Innate Immunity System)
2.         Sistem Imun Spesifik (Adaptive Immunity System)

Unsur – unsur yang berperan dalam reaksi imunoglobulin :
1.         Sel B
2.         Sel T
3.         Imuno globulin G (IgG)
4.         Imuno globulin A (IgA)
5.         Imuno globulin M (IgM)
6.         Imuno globulin D (IgD)
7.         Imuno globulin E (IgE)

III.2  Kritik dan Saran
Berdasarkan pembahasan dan kesimpulan yang telah duraikan, kami selaku pemakalah mengharapkan saran dan kritik yang bersifat membangun baik bagi pemakalah maupun masyarakat pada umumnya demi kesempurnaan pemyusunan makalah selanjutnya
DAFTAR PUSTAKA
       
A.Rantam, Fedik. 2003. Metode Imunologi. Airlangga University Press. Surabaya.